Tawuran Bawa Senjata Tajam 31 Remaja Diamankan Walikota Tangerang Selatan

Sosok Walikota Tangerang Selatan, bernama Airin Rachmi Diany mengatakan sudah dapat info perihal diamankannya 83 orang pemuda yang diduga hendak merencanakan tawuran di dekat Stasiun Pondok Ranji, Ciputat pada hari Minggu 17 Desember 2017 dini hari.

Karena kejadian ini, kurang lebih 31 orang telah ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam (Sajam). 20 orang di antaranya tergolong masih di bawah umur, dan 11 orang lagi orang dewasa.

“Jadi ini beberapa dari banyak hal yang sudah dirapatkan bersama-sama oleh kami, persoalan bahwa anakini bawa senjata tajam khawatir ada tawuran susulan dan lain sebagainya lalu dilakukan langkah pengamanan yang dilakukan oleh Polres Tangsel,” ucap Airin ketika ditemui Okezone usai menerima terima Pemerintah Daerah Inovatif oleh Kemendagri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, hari Senin (18/12/2017) menjelang malam.

Airin punya harapan kepada pihak kepolisian untuk konsisten menghukum tegas semua pelaku yang hendak berbuat onar di daerah yang dipimpinnya. Namun di sisi lainnya pemerintah pun selalu terus melakukan pembinaan kepada anak-anak tersebut melalui berbagai kegiatan positif dan membangun

“Intinya proses hukum berjalan semestinya, namun di satu sisi kita lakukan bina pada mereka karena mereka masih di bawah umur dan menjadi tanggung jawab bukan hanya pemerintah kota, namun juga orang tua dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” pungkas Airin

 

Beberapa hari lalu sudah diberitakan, Polres Tangerang Selatan menangkap kurang lebih 83 pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di lokasi Stasiun Pondok Ranji, Ciputat, pada hari Minggu 17 Desember 2017 menjelang pagi.Tawuran 31 Remaja Tangerang Selatan

Dari rentetan aksi ini kurang lebih 31 orang telah berstatus sebagai tersangka karena membawa senjata tajam. 20 orang di antaranya tercatat masih belia, dan 11 orang lagi sudah dewasa.

Adapun bukti senjata tajam yang disita adalah golok, badik, pedang, celurit, kelewang ukuran besar, golok sisir panjang dan besi yang dilancipkan.

Para pelaku masing-masing berinisial MKS (20), MY (18), AS (22), DP (20), WP (23), EDM (21), AMT (21), NSP (24), dan N (24), MZ (19), H (15), AF (15), RL (15), RS (17), R (15), FP (17), NK (15), MR (16), AY (16), MB (17), SA (16), ABS (16), AR (17), MAN (18), MS (16), RM (15), RMN (14), MF (15), AA (13), MF (15) dan RI (16).

Dari interogasi tersangka berinisial MZ, dia memanaskan teman dan kawannya yang lain untuk berkumpul sambil melengkapi senjata diri dengan senjata tajam. Tidak lain karena ada kelompok wilayah lain yang punya niat melakukan penyerangan malam itu.

Karena sebagian besar pelaku usianya di bawah umur dan pelajar, kemudian pihak kepolisian berkoordinasibersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk mengatasi masalah ini. Polisi pun sudah melakukan tes urine dan minta keterangan dari pihak sekolah para tersangka dan pelaku.

CEK INFO PELUANG USAHA MODAL KECIL

Leave a Reply

CommentLuv badge